10 Maret 2012

5 Fakta Menarik Messi Saat Masih Kecil

Saat ini ia dianggap sebagai salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada dalam sejarah. Berikut 5 fakta unik masa kecil messi:

1. Ibu Messi, Celia mengatakan bahwa Messi tidak tertarik dengan sepakbola saat Messi diminta untuk bergabung dengan klub lokal Grandoli.


Messi dan Celia


2. Messi anak yang pintar. Saat belajar di General Las Heras, guru-guru Messi mengatakan bahwa pemain bernomor punggung 10 tersebut sangat menyukai matematika. Ia juga tidak bermasalah dengan mata pelajaran lain. Saat berumur 11 tahun, Messi mendapatkan nilai 10 untuk pelajaran Matematika, bahasa Spanyol dan IPA.


Messi dan teman-teman sekolahnya


3. Saat pertama kali bergabung dengan Newell’s Old Boy, Messi ditempatkan sebagai sweeper oleh pelatih Gabriel Digerolamo.


Messi saat di Newell’s Old Boy


4. Messi dikenal sebagai pemain yang sangat rendah hati, tidak pernah mengeluh dan tak pernah berkelahi. Ia juga pernah ditempatkan sebagai gelandang bertahan oleh pelatih Ernesto Vecchio (Newell’s Old Boy).


Ernesto Vecchio, pelatih yang melihat potensi Messi sebagai penyerang meskipun sebelumnya ia menempatkan Messi sebagai gelandang bertahan.


5. Messi mulai melakukan terapi hormon sejak Januari 1998, Ia membutuhkan injeksi setiap hari. Awalnya hal itu dilakukan oleh ibunya, namun lama kelamaan Messi yang melakukan sendiri. Hasilnya setiap 3 bulan, Messi membutuhkan celana dan sepatu baru.


Messi bersama rekan-rekan satu timnya

10 Partai El Clasico Penuh Makna



Berikut adalah beberapa partai Clasico yang memiliki makna penting dalam rivalitas kedua tim:


1. Real Madrid 11-1 Barcelona
(Copa del Generalisimo semi-final, 1942-43)Ini adalah kemenangan terbesar Madrid atas Barcelona, namun juga masih dipenuhi kisah kontroversial yang menyeruak darinya. Barcelona sudah memenangi leg pertama dengan skor 3-0 di kandang mereka kala itu, Les Corts, dan muncul sentimen di Madrid jika publik tuan rumah terlalu kuat menunjukkan rasa kebanggaan mereka atas tanah Catalan dengan sambutan panas pada tim tamu. Kala itu tensi memang begitu panas sehingga laga kedua tim kerap dijadikan sebagai simbol perang saudara di Spanyol.
Dan penguasa Spanyol kala itu, Jenderal Franco dikabarkan amat gusar dengan penampilan klub asal ibukota itu dan memerintahkan menteri pertahanan kala itu untuk mengeluarkan 'peringatan' pada para pemain Barca jelang leg kedua di Madrid. Dan meski hal tersebut kemudian dibantah oleh dua penggawa Barca yang bermain kala itu, Domenec Balmanya dan Josep Escola, namun Barca bukanlah tim yang sama di pertandingan leg kedua. Madrid membuka keunggulan di menit kelima dan terus menggila sebelum tim tamu mencetak gol hiburan di menit 89. Madrid melaju ke final dengan agregat 11-4, namun di partai puncak mereka tumbang dari Athletic Bilbao 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.


2. Real Madrid 5-0 Barcelona
(La Liga, 1953-54)Di awal musim 1953-1954, Real Madrid sudah melalui dua dekade tanpa tambahan trofi dari dua gelar juara liga mereka, namun kedatangan Alfredo di Stefano yang kontroversial sebulan sebelumnya, segalanya pun berubah.
Tanggal 25 Oktober, dalam laga pertamanya lawan Barcelona - tim yang sudah memenangi empat gelar liga dalam enam musim sebelumnya, Di Stefano menjadi bintang dalam kemenangan 5-0 tersebut. Ia membuka skor dari jarak dekat di menit kelima, sebelum mengkreasikan dua gol cepat Roque Olsen, dan digenapi menjadi 4-0 oleh gol Luis Molowny sebelum jeda. Di Stefano menambah satu gol lagi lima menit jelang bubaran, dan Madrid pun kemudian melahirkan salah satu generasi terbaik mereka.
Harian ABC melabeli laga tersebut sebagai 'pukulan telak untuk prestise Barcelona' dan raksasa Catalan itu berusaha membalas dendam di kandang mereka, Les Corts Stadium. Mereka sukses melakukannya dengan memukul Madrid 5-1di mana  gol balasan tim tamu kembali dilesakkan Di Stefano, yang di musim itu finis sebagai top skorer liga dengan 29 gol. Namun yang lebih istimewa, Madrid akhirnya finis di puncak klasemen untuk mengakhiri penantian panjang mereka akan sukses.


3. Real Madrid 2-2 Barcelona; Barcelona 2-1 Real Madrid
(Putaran pertama Piala Eropa, 1960-61)Saat Piala Eropa mulai dihidupkan di musim 1955-1956, Madrid terus menjadi raja yang tak tergoyahkan selama separuh dekade. Di jalan menuju kesuksesan kelima mereka pada tahun 1960, mereka menghancurkan Barca dengan agregat 6-2 di semifinal. Namun di putaran pertama musim 1960-1961, Barca menuntaskan dendamnya dengan menghempaskan dominasi sang rival dengan agregat 4-3.
Barcelona saat itu memilih pindah kandang ke Camp Nou dengan biaya hampir 1.750.000 pound, langkah yang membuat mereka terperangkap utang sebesar 1 juta pound, dan berharap pada para pemainnya untuk memastikan perjudian itu terbayar. Kekalahan Barca 6-2 atas Madrid berbuntut pada pergantian pelatih dari Helenio Herrera kepada mantan pelatih Juventus dan PSV Eindhoven, Ljubisa Brocic di bulan Juni 1960.
Di pertemuan pertama kontra Madrid, Barca sudah tertinggal saat laga belum genap dua menit lewat golEnrique Mateos, namun Luis Suarez menyamakan kedudukan di menit 27. Francisco Gentomengembalikan keunggulan Madrid, namun dua menit jelang usai, wasit asal Inggris menghadiahkan penalti kontroversial yang disempurnakan oleh Suarez untuk mengakhiri laga dengan skor 2-2.
Barca menjadi favorit pada laga leg kedua yang disaksikan 125.000 fans, dan mereka lebih beruntung dari Madrid yang sejatinya tampil lebih superior. Wasit Inggris, Reg Leafe membatalkan tiga gol tamu karenaoffside,  dan juga mengancam akan mengusir gelandang Madrid, Luis del Sol jika protes mereka tak mereda. Barca unggul lewat tembakan Ramon Alberto Villaverde yang membelok masuk gawang 10 menit sebelum jeda, sebelum digandakan Evaristo di menit 81. Gelombang serangan Madrid hanya berbuah satu gol Canario empat menit sebelum laga usai, dan presiden Madrid Santiago Bernabeu pun menyematkan sindiran pada wasit sebagai 'pemain terbaik Barca'. Barca mendapatkan keuntungan finansial dari keberhasilan mereka tersebut, dan melaju ke final sebelum ditaklukkan Benfica.


4. Real Madrid 0-5 Barcelona
(La Liga, 1973-74)

Untuk beberapa saat, laga antara Madrid versus Barca menjadi pertemuan yang ketat. Sejak 1966 ke depan, hanya satu pertemuan di semua ajang yang ditentukan oleh lebih dari satu gol - kemenangan Madrid 2-0 di final Copa Del Rey 1969-1970. Namun semuanya berubah di bulan Februari 1974 ketika pria Belanda bernama Johan Cruyff yang melakoni debutnya bersama Barcelona, namun sudah mengobrak-abrik kandang Madrid.
Pemain asal Belanda itu memberikan 3 assist dan juga satu gol solo indah yang membawa Barca menjaga keunggulan sembilan poin di puncak klasemen, sementara Madrid harus turun ke posisi kesembilan. Barcelona akhirnya memenangi gelar juara mereka tahun itu, atau yang pertama sejak 1960.
Madrid akhirnya memang membalas kekalahan memalukan itu dengan skor 4-0 di final Copa Del Rey pada bulan Juni, namun Barca harus bermain penuh keterbatasan karena aturan kala itu mencegah pemain asing ikut ambil bagian dalam turnamen. Namun demikian, Cruyff sendiri harus memperkuat timnas Belanda di Piala Dunia 1974, sementara pelatih Rinus Michels yang merangkap pelatih Belanda, juga harus melakukan penerbangan bolak-balik dari Jerman Barat ke Catalan untuk menyeimbangkan tanggung jawabnya.


5. Barcelona 5-0 Real Madrid
(La Liga, 1993-94)Januari 1994, Barcelona mencatat kemenangan terbesar mereka atas Real Madrid di Camp Nou sejak musim 1944-1945. Romario membukukan hat-trick, ditambah dengan tendangan bebas Ronald Koemanserta gol di menit akhir dari Ivan Iglesias untuk kemenangan pasukan Johan Cruyff.
Real Madrid sendiri melakoni start terburuk mereka selama 40 tahun, dan memberikan tekanan pada pelatih Benito Floro, yang sebelumnya sudah mendapat jaminan kepercayaan dari Madrid. Pemecatan Floro pun sulit dilakukan karena saat itu Madrid memiliki utang sebesar 25 juta pound. Namun setelah kekalahan 2-1 atas Lerida di bulan Maret, ditambah Madrid berhasil mengumpulkan dana yang cukup, maka mereka pun tak ragu mendepak Floro - pemecatan pelatih keenam mereka dalam dekade baru, dan digantikan oleh Vicente Del Bosque sebagai pelatih caretaker.


6. Real Madrid 5-0 Barcelona
(La Liga, 1994-95)Hampir setahun setelah dilibas di Camp Nou, Real Madrid akhirnya bisa membalas sang rival di Bernabeu. Meski Los Blancos tak menambah koleksi 25 gelar juara mereka sejak 1990, penunjukan Jorge Valdanosebagai pelatih memunculkan optimisme. Mereka pun menuju status sebagai jawara paruh musim ketika mereka menumpas sang rival yang juga juara bertahan dengan skor 5-0.
Ivan Zamorano menjadi inspirasi Madrid ketika penyerang asal Chile itu mencetak hat-trick di babak pertama, sebelum penyerang Barca Hristo Stoichkov membantu tuan rumah dengan kartu merah yang ia terima akibat menginjak Quique Flores di akhir babak pertama. Luis Enrique memperbesar keunggulan Madrid di menit 68, sebelum Zamorano memberikan assist untuk gol Jose Amavisca dua menit kemudian.
Untuk Michael Laudrup, kemenangan itu cukup bermakna: ia tampil untuk Barca dalam kemenangan 5-0 mereka, sebelum dijual ke Madrid akibat berselisih dengan Johan Cruyff, dan membela Madrid dalam kemenangan dengan skor yang sama. Sementara Romario, yang tak menunjukkan komitmen besar musim itu dan membuat gusar Cruyff, dilepas ke Flamengo beberap hari usai kekalahan tersebut. Madrid akhirnya memenangi gelar ke-26 mereka musim itu, dan di akhir musim Laudrup hengkang dengan medali La Liga beruntun kelimanya.


7. Barcelona 0-2 Real Madrid; Real Madrid 1-1 Barcelona
(Semifinal Liga Champions, 2001-02)
Laga ini dilabeli media Spanyol sebagai 'Duel Abad Ini' dan diperkirakan menarik perhatian sekitar 500 juta pemirsa global. Namun pertandingan tampak sudah usia setelah leg pertama. Tanpa kehadiran dua pilarnya, Xavi dan Rivaldo, Barca dipaksa menyerah oleh gol Zinedine Zidane sembilan menit memasuki babak kedua dan digenapkan oleh Steve McManaman di injury time babak kedua.
Madrid yang berusaha meraih gelar kesembilan mereka di Eropa sudah menapakkan satu kaki mereka pada final di Hampden Park, sebelum drama besar terjadi di Bernabeu ketika bom mobil dari kelompok separatis meledak dekat stadion empat jam sebelum kickoff leg kedua, meruntuhkan sebagian atap di ruang trofi. 16 orang cedera dan sempat muncul pembicaraan jika laga bakal dihentikan, sebelum akhirnya diputuskan untuk tetap berjalan.
Dan dalam pertandingan tendangan jarak jauh Raul memperlebar keunggulan Madrid di babak pertama, dan meski Ivan Helguera membuat gol bunuh diri sesaat usai turun minum, Barca tak mampu membalas dan tumbang lewat agregat 3-1.


8. Barcelona 0-0 Real Madrid
(La Liga, 2002-03)
Meski tak menghasilkan satu gol pun, pertemuan kedua tim pada bulan November di Camp Nou itu akan selalu jadi pertandingan paling dikenang, karena inilah laga di mana Luis Figo dilempar kepala babi karena memutuskan menyeberang dari Barcelona ke Madrid. Kepala babi itu bukan satu-satunya objek yang dilemparkan oleh sekitar 98.000 fans tuan rumah karena Figo seolah 'memprovokasi' dengan tak terburu-buru mengambil tendangan sudut di depan bekas pendukung setianya. Laga pun bahkan sempat dihentikan di menit 75.
"Ini merupakan hal yang memalukan untuk sepak bola Spanyol. Ini semua sudah melewati batas-batas rivalitas," kecam direktur Madrid, Jorge Valdano kala itu.


9. Real Madrid 2-6 Barcelona
(La Liga, 2008-09)
Jelang partai Clasico Desember 2008, pelatih Madrid, Bernd Schuster menggiring kepalanya sendiri dalam pemecatan ketika ia menyebut kemenangan di Camp Nou adalah hal yang mustahil. Ia kemudian memang didepak dan Juande Ramos menggantikan perannya di bench Madrid, namun sang pelatih baru tak mampu mencegah Barcelona menang dengan skor 2-0. Barca membuka gap menjadi 12 poin dan menegaskan keyakinan Schuster.
Meski demikian, di bawah Ramos, Madrid menikmati kebangkitan yang luar biasa: mereka menang 17 kali dan meraih hasil imbang dalam 18 laga berikutnya, serta memangkas jarak menjadi empat poin saja jelang pertemuan Clasico kedua di Bernabeu pada bulan Mei.
Saat Gonzalo Higuain membawa Madrid unggul di menit 14, misi yang tampaknya mustahil itu kian mendekati kenyataan, namun Thierry Henry kemudian menyamakan kedudukan empat menit berselang, dan setelah itu pertandingan sepenuhnya menjadi milik Barca. Carles Puyol membawa tim tamu unggul 2-1 di menit 20, Lionel Messi menambahkan gol ketiga di menit 36, dan meski Sergio Ramos sempat memperkecil ketinggalan tuan rumah menjadi 3-2 usai jeda, Henry mencetak gol keduanya untuk membawa Barca kembali menjauh, sebelum Messi dan Gerard Pique melengkapi kedigdayaan Barcelona.


10. Barcelona 5-0 Real Madrid
(La Liga, 2010-11)
Barcelona telah memberikan banyak pelajaran sepak bola sejak pengangkatan Pep Guardiola menjadi pelatih di tahun 2008, dan kemenangan pada partai Clasico November 2010 lalu mungkin akan dicatat sebagai pemuncak dari upaya mereka mencapai kesempurnaan.
Jose Mourinho, yang bersama Inter menyingkirkan Barca di jalan mereka menjuarai Liga Champions setahun sebelumnya, melakukan start yang brilian dari semua pelatih Madrid dalam sejarah, namun ia tak berdaya mencegah anak asuhnya dibantai sang rival di Camp Nou. Xavi dan Pedro sudah membuat tuan rumah unggul 2-0 di babak pertama sebelum digandakan dua gol David Villa seusai jeda serta gol menit akhir dari Jeffren, menegaskan dominasi Blaugrana.
Bahkan Mourinho sendiri kala itu mengakui keunggulan mutlak sang rival dengan mengatakan, "Ini merupakan hasil yang buruk untuk kami, dalam sejarah. Ini menyedihkan untuk kami namun tak sulit untuk saya telan, ini mudah saya terima karena memang fair. Kami bermain amat, amat buruk dan mereka fantastis." (bola/row)


http://www.bola.net/editorial/10-partai-klasik-penuh-makna-dari-perang-saudara-el-clasico.html

20 Fakta La Liga




Elcentrocampista menghimpun 20 fakta menarik Liga di negara juara bertahan Piala Dunia 2010 dan Euro 2008 ini. Berikut catatan-catatan menarik itu.
1. Real Madrid dan Barcelona hanya gagal finis di posisi 2 Besar La Liga dalam 11 musim.
2. Primera Division, Primera Liga maupun yang dikenal dengan La Liga digelar sejak 1928.
3. Rafael Benitez menjadi pelatih Valencia saat menjadi juara La Liga musim 2001-02 dan 2003-04.
4. Benitez membawa Valencia menjadi tim terakhir yang mampu mendobrak dominasi Madrid dan Barca di La Liga.
5. Athletic Bilbao tak pernah terdegradasi dari La Liga.
6. Barcelona telah memakai 139 pemain asing sejak 1929.
7. Tercatat baru 9 klub mampu menjadi juara La Liga.
8. Real Madrid menjadi pengoleksi trofi juara La Liga terbanyak yakni 31 kali.
9. Transfer Cristiano Ronaldo senilai 90 juta euro ke Real Madrid pada musim panas 2009 menjadi yang terbesar dalam sejarah La Liga.
10. Kemenangan paling sedikit yang mampu dikoleksi klub di La Liga yakni hanya 2 kali. Rekor ini dipegang oleh 4 klub: Sporting Gijon (1997–98), Logrones (1994–95), Celta Vigo (1943–44) dan Real Betis (1942–43)
11. Sporting Gijon menjadi pengoleksi poin terendah dalam semusim La Liga yakni 13 poin pada musim 1997-98.
12. Atletico Madrid mencetak rekor tak kebobolan dalam 13 laga pada musim 1990-91 season.
13. Kiper Andoni Zubizarreta menjadi pemegang rekor penampilan terbanyak di La Liga yakni 622 kali.
14. Telmo Zarra menjadi top scorer La Liga dengan koleksi 252 gol.
15. Tujuh gol menjadi torehan terbanyak seorang pemain dalam satu laga La Liga yang dipegang bersama oleh Agustin   Sauto Arana (Athletic Bilbao vs Barcelona pada 8 Februari 1931) dan Laszlo Kubala (Barcelona vs Sporting Gijon pada 10 Februari 1952)
16. Kemenangan Athletic Bilbao 12-1 atas Barcelona pada 1931 menjadi rekor kemenangan terbesar.
17. Luis Aragones telah menjalani 757 laga sebagai pelatih tim-tim La Liga. Itu rekor terbanyak bagi seorang pelatih.
18. Iker Muniain menjadi pencetak gol termuda saat berusia 16 pada 2009.
19. Cristiano Ronaldo menjadi pengoleksi gol terbanyak La Liga dalam semusim dengan 40 gol pada musim lalu.
20. Pemain pengoleksi gelar juara terbanyak yakni Francisco Gento: 12 kali, dan semuanya saat berkostum Real Madrid
http://bola.vivanews.com/news/read/274722-20-fakta-penting-la-liga

Data dan Fakta Seputar Ballon d'Or




Lionel Messi menyabet gelar pemain terbaik Dunia 3 kali secara beruntun. Trofi Ballon d'Or yang ia dapatkan menyandingkan namanya sejajar dengan Michel PlatiniMarco Van Basten, dan juga Johan Cruyff sebagai pemain tersering mendapatkan penghargaan tertinggi kelas individu tersebut.

Tiga tahun secara beruntun bersama Barcelona bocah kelahiran Rosario itu menyabetnya, sama seperti yang dilakukan Platini kelahiran Prancis bersama Juventus di masa lalu.

Sementara Marco van Basten meraihnya dengan AC Milan meski tahunnya tidak beruntun, melainkan sempat terselingi nama Lothar Matthäus pada tahun 1990 dan Jean-Pierre Papin pada tahun 1991, dan Cruyff meraihnya bersama klub yang berbeda.

Selain data tersebut masih ada beberapa fakta lain tentang Ballon d'Or yang awalnya digagas majalah France Football sejak 1956 sebagai penghargaan bagi pemain yang berlaga di Liga Eropa (Namun kemudian Ballon d'Or dijadikan sebagai penghargaan resmi FIFA sejak 2010). Berikut ini beberapa data dan fakta yang bisa kami sajikan.

Distribusi Peraih Berdasarkan Individu (5 besar)

  • Johan Cruyff (3 Kali) 1971, 1973, 1974.
  • Michel Platini (3 Kali) 1983, 1984, 1985.
  • Marco van Basten (3 Kali) 1988, 1989, 1992.
  • Lionel Messi (3 Kali) 2009, 2010, 2011.
  • Alfredo Di Stéfano (2 Kali) 1957, 1959.

Distribusi Peraih Berdasarkan Negara (5 besar)
  • Jerman 5 Pemain (Total Trofi 7)
  • Belanda 3 Pemain (Total Trofi 7)
  • Prancis  4 Pemain (Total Trofi 6)
  • Italia 5 Pemain (Total Trofi 5)
  • Brasil 4 Pemain (Total Trofi 5)

Distribusi Peraih Berdasarkan Klub (5 besar)
  • Barcelona 6 Pemain (Total Trofi 9)
  • Juventus 7 Pemain (Total Trofi 8)
  • AC Milan 6 Pemain (Total Trofi 8)
  • Real Madrid 5 Pemain (Total Trofi 6)
  • Bayern Munich 3 Pemain (Total Trofi 5)

Sepanjang sejarah hanya ada 7 pemain Non Eropa yang menyabetnya
1) Alfredo Stefano (Argentina)
2) Omar Sivori (Argentina)
3)George Weah (Liberia)
4) Rivaldo (Brasil)
5) Ronaldo (Brasil)
6) Ronoldhino (Brasil)
7) Lionel Messi (Argentina)

Para Peraih Ballon d'Or:
1956: Stanley Matthews/Blackpool
1957: Alfredo Di Stéfano/Real Madrid
1958: Raymond Kopa/Real Madrid
1959: Alfredo Di Stéfano/Real Madrid
1960: Luis Suárez/Barcelona
1961: Omar Sívori/Juventus
1962: Josef Masopust/Dukla Prague
1963: Lev Yashin/Dynamo Moscow
1964: Denis Law/Manchester United
1965: Eusébio/Benfica
1966: Bobby Charlton/Manchester United
1967: Flórián Albert/Ferencváros
1968: George Best/Manchester United
1969: Gianni Rivera/Milan
1970: Gerd Müller/Bayern Munich
1971: Johan Cruyff/Ajax
1972: Franz Beckenbauer/Bayern Munich
1973: Johan Cruyff/Barcelona
1974: Johan Cruyff/Barcelona
1975: Oleg Blokhin/Union Dynamo Kyiv
1976: Franz Beckenbauer/Bayern Munich
1977: Allan Simonsen/Borussia Mönchengladbach
1978: Kevin Keegan/Hamburg
1979: Kevin Keegan/Hamburg
1980: Karl-Heinz Rummenigge/Bayern Munich
1981: Karl-Heinz Rummenigge/Bayern Munich
1982: Paolo Rossi/Juventus
1983: Michel Platini/Juventus
1984: Michel Platini/Juventus
1985: Michel Platini/Juventus
1986: Igor Belanov/Dynamo Kyiv
1987: Ruud Gullit/Milan
1988: Marco van Basten/Milan
1989: Marco van Basten/Milan
1990: Lothar Matthäus/Internazionale Milan
1991: Jean-Pierre Papin/Marseille
1992: Marco van Basten/Milan
1993: Roberto Baggio/Juventus
1994: Hristo Stoichkov/Barcelona
1995: George Weah/Milan
1996: Matthias Sammer/Borussia Dortmund
1997: Ronaldo/Internazionale Milan
1998: Zinedine Zidane/Juventus
1999: Rivaldo/Barcelona
2000: Luís Figo/Real Madrid
2001: Michael Owen/Liverpool
2002: Ronaldo/Real Madrid
2003: Pavel Nedved/Juventus
2004: Andriy Shevchenko/Milan
2005: Ronaldinho/Barcelona
2006: Fabio Cannavaro/Real Madrid
2007: Kaká/Milan
2008: Cristiano Ronaldo/Manchester United
2009: Lionel Messi/Barcelona
2010: Lionel Messi/Barcelona
2011: Lionel Messi/Barcelona

Statistik Perbandingan 3 Besar Ballon d'Or 2011 antara Messi, Ronaldo, dan Xavi:

Indonesia Bangun Stadion 900 Milyar !!

Stadion Nasional Pekanbaru sudah mulai dibangun sejak tahun 2009 untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional XVIII Riau 2012, stadion ini merupakan stadion utama event tersebut. Dengan arsitektur modern nantinya akan menjadikannya stadion TERBAIK di Indonesia dan TERSADIS di Asia. 
Menjadi stadion terbesar dan termegah di Indonesia, kapasitas penonton mencapai 169.000 penonton. 


Tampak Samping
Tampak Atas



 
Stadion Riau 7 Kali Lebih Megah daripada Stadion GBK!



Dibangun sejak 2009, stadion megah dan mewah ini ditargetkan selesai 2012 ini untuk menyambut PON.
Gerbang Utama yang Sadis



http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12651548